Wednesday, July 15, 2009

Pengalaman Pertama

Aku menulis sudah sejak lama, kira-kira saat duduk di bangku sekolah dasar. Aku menulis karena ingin menyimpan memori mengenai apa-apa yang kulihat dalam perjalanan pergi maupun pulang sekolah bahkan ketika sedang pergi keluar bersama mama, papa dan saudari-saudariku.
Tadinya kegiatan ini tidak seheboh yang berikutnya, aku mulai menyukai menulis saat pelajaran mengarang pada mata pelajaran Bahasa Indonesia saat itu. Mengarang bebas adalah salah satu mata pelajaran favorit saat SD. Tidak begitu saat kumasuki bangku SMP, tapi saat-saat melewati 3 tahun itu aku banyak menulis dalam buku catatan juga mengarang cerita pendek. Tidak pernah dipublikasikan karena saat itu aksesnya masih terasa sulit dibandingkan di masa sekarang (meskipun banyaknya selah di masa sekarang pun tidak se-'gampang' yang terpikirkan).
Di SMA aku tetap membuat cerita pendek dan mulai benar-benar membuatnya kembali pada tahun 1998. Pembacanya adalah teman-temanku sendiri di sekolah atau tempat les. Sayangnya saat itu aku tidak berpikir untuk mempublikasikannya di media. Hanya kesenangan belaka menulis. Pasalnya aku lebih tergila-gila untuk menjadi seorang ARTIST (=orang yang berkecimpung di dunia Seni).
Saat mengambil kuliah S1 aku kembali bergolak dengan sekumpulan kelompok pencinta film. Di situlah aku berpikiran kembali untuk menulis. Banting Setir! itu judulnya, aku kembali menulis dan korbankan keinginan untuk exist di dunia Seni. Toh pada kenyataan menulis pun adalah bagian dari kegiatan Seni manusia.
Waktu itu tahun 2002 (kalau gak salah) aku iseng mendaftarkan tulisanku pada sebuah lembaga puisi di Maryland. Tidak disangka puisiku masuk sebagai salah satu finalis dari beribu-ribu pengirim. Meski kurang beruntung karena tak bisa ikut dalam kompilasi buku-nya, saat itu menjadi titik cerahku untuk berusaha bahwa hasil karya tulisku pun bisa diminati manusia lain. Amien!
Dari tulisan ini aku ingin bilang pada kalian bahwa sesuatu yang kamu niatkan dari dalam hati dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh pasti akan menuai hasil yang baik. Meskipun tidak didapatkan secara instant...Kerja keras merupakan bagian dari Seni kehidupan yang patut diperjuangkan dan di syukuri.
Mari berusaha.

No comments:

Post a Comment